MEMBUAT FOTO 3-D

Assalamualaikum
Tanggal 24 April 2011, kami ada praktikum lapangan mata kuliah Penginderaan Jauh Sistem Fotografi.

Abis itu dapet tugas membuat foto 3D. Tentunya pakai softwere lah buatnya :p
Buatnya sangat mudah, anda cuma butuh dua pasang foto dari sudut pandang yang berbeda, dari kanan dan dari kiri. kemudian anda download softwere namanya ANAGLYPH MAKER, coba search aja uda banyak kok gan

Langkah langkahnya seperti ini

  1. Download softwere anaglyph maker di http://www.4shared.com/file/zAdtX5yu/anaglyph_maker.htm
  2. Buka program
  3. Masukkan foto kanan dan foto kiri sesuai pada kolom buat masukin poto
  4. Pilih mau buat yang model kayak apa potonya, misalnya anaglyph gray, colour, red green dan sebagainya coba coba aja
  5. Klik make image 3D
  6. Atur posisi gambar agar pas dengan menggunakan tombol 5L, L, 0, R, 5R, U, 5U, D, 5D
  7. Setalah gambar uda pas (kira kira aja dipasinnya) atur brightness dan contrast nya
  8. Setelah itu save 3D image di folder yang kamu sukai :3
  9. Gunakan kacamata 3D untuk melihat gambar, maka akan terlihat tuh jadi 3D

ini contoh foto yang aku buat

kanan


kiri


hasil


kalau dilihat sih kayaknya g ada perubahan yang berarti, coba dilihat dengan kacamata 3D

PENGENALAN SISTEM KAMERA ANALOG

Contoh kamera analog (1)

Kamera jenis SLR (Singele Lense Reflex) yaitu perekaman yang dilakukan menggunakan satu rangkaian lensa. Ketika objek direkam, maka bayangan akan masuk dalam lensa tunggal, kemudian cermin yang berada disebaliknya akan memantulkan objek ke prisma. Setelah itu bayangan akan diteruskan ke mata melalui view finder. Dengan cara tersebut, maka bayangan yang diamati oleh fotografer akan sama dengan yang terekam pada film.
Contoh kamera analog (2)

Kamera jenis SDVC (Simple Direct Vision Camera) menerapkan prinsip perekaman objek yang antara lensa pengamat dengan lensa perekam tanpa ada hubungan satu dengan yang lain. Kelemahan dari kamera ini adalah tidak dapat diketahui kekuatan lensa, pajang focus dan spesifikasi lain yang biasaya tercantum dalam sebuah kamera.

Kamera ketiga yaitu jenis DVIL (Direct Vision with Interchangeable Lens), yaitu kamera dengan lensa pengamat yang terdiri dari dua jendela dan lensa perekam objek terpisah, namun terhubung oleh sistem yang dapat mengetahui ketepatan focus. Perekaman yang dilakukan adalah wide angle dengan perspektif lebih luas apabila dilakukan pengamatan tanpa melalui view finder.

Didalam fotografi terdapat film sebagai perekam keadaan nyata dari objek yang dipotret. Secara khusus fotografi dalam penginderaan jauh, film adalah sebagai sensor. Sensor berfungsi untuk merekam apa yang dlihat oleh kamera. Sensor berkaitan dengan ukuran. Dalam fotogrametri, ukuran objek di lapangan dapat diketahui dari foto, tergantung oleh ukuran sensor/film. Film yang biasa digunakan oleh orang secara umum memiliki ukuran 35 mm atau 70mm, sedangkan film yang digunakan untuk penginderaan jauh/foto udara biasanya memiliki ukuran yang lebih besar, yaitu 23mmx23mm atau lebih besar.

ASA atau Kepekaan film adalah digunakan untuk mengukur tingkat kesensitivitas atau kepekaan film foto terhadap cahaya. Film dengan kepekaan rendah (memiliki angka ISO rendah seperti ASA 100) membutuhkan sorotan/exposure yang lebih lama sehingga disebut slow film, sedangkan film dengan kepekaan tinggi (memiliki angka ISO tinggi seperti ASA 800) membutuhkan exposure yang singkat.

Kepekaan dari sensor dipengaruhi oleh ISO/ASA. Apabila ISO yang dimiliki film rendah maka ukuran foto akan lebih kecil/piksel lebih sedikit. Jika ISO rendah, maka butir halide pada film lebih kasar, sehingga cepat untuk terbakar, namun hasil foto kurang begitu baik karena banyak terdapat speckel atau noise. Kemudian jika ISO tinggi, maka karena butir perak halide lebih halus sehingga film lama terbakar dan hasil lebih baik.

Bukaan dalam fotografi merupakan ukuran pembukaan diafragma dalam mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk dalam kamera. Nilai dari bukaan merupakan perbandingan dari jarak focus lensa dengan diameter lubang diafragma dan biasanya dilambangkan dengan format f/(nilai bukaan).

Shutter speed merupakan kecepatan dari bukaan, sehingga cahaya dapat masuk. Agar dihasilkan foto dengan hasil yang baik, maka perlu memperhatikan perbandingan antara shutter speed, bukaan diafragma dan kepekaan film. Baik nya suatu foto tergantung oleh kesesuaian cahayanya. Kesesuaian tersebut yaitu sesuai ukuran cahaya dan lama cahaya yang masuk. Hal tersebut dapat dianalogikan seperti sebuah ember. Shutter speed sebagai lama keran mengalirkan air, bukaan merupakan besar kecilnya keran, dan kepekaan film sebagai embernya. Semakin besar bukaan, maka shutter speed harus semakin cepat dan kepekaan film harus tinggi. Kemudian jika bukaan besar, maka shutter speed harus lambat dan kepekaan film harus rendah. Diafragma yang dibuka besar, sementara shutter speed bekerja lama, lama gambar kelebihan cahaya, sehingga didapatkan gambar yang pucat karena kelebihan cahaya. Kemudian ketika diafragma dibuka kecil, sementara shutter speed bekerja sebentar maka gambar kekurangan cahaya dan warna gambar menjadi gelap.

Ada dua jenis film pada kamera, yang pertama adalah film hitam putih dan yang kedua adalah film berwarna. Pada film berwarna ada 4 lapis. Lapisan pertama adalah lapisan yang peka dengan warna biru, kemudian lapisan kedua adalah lapisan dengan filter kuning, lapisan ketiga adalah lapisan

Kekuatan lensa adalah kemampuan lensa dalama mengumpulkan cahaya. Jika kekuatan lensa semakin kecil, maka focus dari lensa semakin kecil cahaya yang dikumpulkan akan semakin besar. Jika cahaya yang mampu dikumpulkan kecil, maka kamera membutuhkan cahaya tambahan berupa blitz. Kemudian jika diafragma lebar, maka ruang tajam semakin sempit dan latar belakang dan latar depan menjadi tidak focus, sehingga didapatkan gambar yang kabur.


sumber :

Habeeb.2011. Laporan Praktikum Penginderaan Jauh Sistem Fotografi. Faakultas Geografi.UGM
http://adityapermana.ucoz.com/blog/2009-04-16-9
Lillesand, Kiefer. 1999. Penginderaan Jauh Dan Interpretasi Citra. Gadjah mada University Press : Yogyakarta.

KAMERA DIGITAL

Saat ini teknologi kamera telah mengalami perkembangan yang begitu pesat. Dahulu kala kamera ditemukan dalam bentuk pinhole atau sebuah kamera obscura, namun seiring bertambahnya waktu, saat ini telah berkembang teknologi kamera digital.

Contoh gambar kamera lubang jarum


Ilustrasi kamera lubang jarum
Adanya kamera digital tidak bisa dilepaskan dari munculnya teknologi komputer. Kamera digital muncul setelah ditemukan teknologi computer, karena kamera digital ditampilkan dalam suatu layar digital seperti layar monitor pada komputer. Menurut definisinya kamera digital merupakan alat untuk membuat gambar suatu objek yang selanjutnya dibiaskan melalui lensa kepada sensor. Sensor yang digunakan pun juga tbermacam-macam. Ada sistem kamera menggunakan sensor berupa CCD, ada pula yang menggunakan sensor CMOS, kemudian hasil dari perekaman disimpan dengan format dan dalam media digital. CCD/CMOS berupa chip yang berada di belakang lensa yang terdiri dari banyak piksel. Apabila jumlah piksel semakin banyak, maka kedetailan gambar juga semakin baik. Hal ini berbeda dengan kamera analog yang menggunakan film sebagai sensor. Film dan CCD/CMOS berfungsi sebagai penangkap bayangan objek dan salah satu pembeda antara kamera digital dengan kamera analog.

Kamera digital sering memiliki sebuah layar kecil yang dapat menampilkan hasil perekaman objek. Kita dapat melihat hasil rekaman yang ditangkap oleh sensor pada LCD secara langsung, sehingga ketika hasil rekaman objek ternyata kurang baik, dapat langsung dikoreksi untuk dapat diulang kembali dalam memotret objek. Pada kamera analog tidak dapat menampilkan hasil foto secara langsung, sehingga untuk meliha hasil rekaman harus dilakukan pencetakan foto dahulu.
Contoh gambar kamera digital

Perekaman objek disimpan dalam format digital. Secara default hasil perekaman disimpan dalam format JPG. Walaupun dapat diubah kedalam format lain, misalnya TIFF atau RAW namun tentunya akan membutuhkan ruang lebih beasr untuk menyimpan file tersebut. Penyimpanan file hasil perekaman kamera dilakukan pada media penyimpanan digital tertentu, biasanya disimpan dalam memory stick/MMC. Semakin besar resolusi dari CCD, maka file foto/gambar akan memakan banyak ruang dalam memory kamera. File pada kamera digital dapat dipindahkan kedalam media penyimpanan lain, misalnya disket, compact disk, hark disk, maupun flashdisk.

RANGKUMAN (FOTOGRAMETRI)

1. Foto tercipta dengan kerja sama lensa dan kamera...
2. Pada lensa terdapat diafragma yang mengatur besar kecilnya cahaya yang akan masuk ke kamera.
3. Pada kamera ada rana yang mengatur lama sebentarnya cahaya masuk ke dalamnya
4. Perhatikan dua kombinasi dari poin 3. Di lensa ada diagrafgma yg menyangkut soal BESAR/KECIL, di kamera ada rana yg soal LAMA/SEBENTAR
5. Jadi, masuknya cahaya ke kamera sampai menghasilkan foto menyangkut besar/kecilnya cahaya dan lama/sebentarnya dia menyinari...
6. Foto yg baik, tercahayai dgn benar. Benar ukuran cahayanya, benar lama penyinarannya. Artinya kerjasama diafragma dan rana harus TEPAT!
7. Soal pencahayaan dgn benar ini, mari ambil analogi orang mengisi ember pakai kran....
8. Kalau krannya dibuka lebar, menghisi embernya cepet. Kalau kran dibuka kecil, ngisi embernya lama.....ya gak ?
9. Mari bawa logika kran tadi ke kamera. Kalau diafragma dibuka lebar, rana hrs cepat nutup. Kalau diafragma dibuka kecil, rana dibuka lama.
10. Kran yg dibuka besar dan waktunya lama--->ember meluap. Diafragma yg dibuka besar dgn rana lama, foto kelebihan cahaya ---> pucat!
11. Kran dibuka kecil dgn waktu sebantar--->ember tak penuh. Diafragma dibuka kecil dgn rana sebentar--->foto kekurangan cahaya (gelap)
12. Foto kelebihan cahaya disebut over exposure, atau biasa disebut OVER saja...
13. Foto yg kekurangan cahaya disebut under exposure atau bisa disebut UNDER saja...
14. Penegasan: Foto yang baik adalah foto yg tercahayai dengan pas, tidak UNDER dan tidak OVER
15. Foto yg tercahayai dengan baik adalah hasil kombinasi diafragma dan rana yang pas...
16. Kalau saja Anda memotret lalu terlihat OVER, ulangi lagi dgn diafragma yg lebih kecil atau rana yang lebih cepat (waktu lebih singkat).
17. Sedangkan kalau Anda memotret hasilnya UNDER, ulangi lagi dgn diafragma yg lebih besar atau rana yang lebih lambat...
18. Diafgragma klasik (zaman lensa manual) dinyatakan dalam angka2 sebagai berikut 1 -1,4 -2- 2,8- 4 -5,6 -8 -11 -16- 22 dst........
19. Angka diafragma makin besar, artinya bukaan makin sempit. Dari satu angka diafragma ke angka diafragma yg lain disebut satu STOP...
20. Di era digital, angka diafragma makin rumit walau cara kerjanya sama persis. Untuk gampangnya, kultwit ini memakai angka diafragma klasik
21. Sedangkan rana dinyatakan dalam angka2 yg artinya seper detik. Angka 500 artinya seperlimaratus detik.
22. Angka rana klasik: 2-4-8-15-30-60-125-250-500-100-200-4000\
23. Kenaikan antar angka rana juga disebut 1 STOP....
24. Satu STOP difragma nilainya persis sama dgn satu STOP rana. Artinya jika diafragma dikecilkan 1 Stop, rana dilambatkan 1 Stop agar imbang
25. CONTOH: diafragma 5,6 dgn rana 125 itu sama dengan diafragma 8 dgn rana 60. Coba dipikirkan baik2 dulu....
26. Diafragma 11 dgn rana 125 itu sama dengan diafragma 5,6 dgn rana 500....
27. Diafragma 11 dgn rana 125, sama dengan diafragma 16 dgn rana 60....
28. OK...itu tadi kombinasi dua arah antara diafragma dan rana saja.....Dlm fotografi, kombinasi itu ada 3, dan satu lagi adalah ISO.....
29. Mari kita mulai merambah ke ISO.....Dan kita kembali memakai analogi mengisi ember pakai kran...
30. Apa yg harus kita lakukan kalau aliran kran kecil sementara kita juga buru2?...bagaimana supaya ember bisa penuh? Jawaban: GANTI EMBER!
31. Ganti ember dalam fotografi adalah ganti ISO....mana kala ember tidak penuh, kita ganti ember kecil PASTI PENUH...
32. Jadi manakala kita sudah buka diafragma lebar2, tapi tidak bisa melambatkan rana lagi, naikkan ISO!
33. ISO adalah kepekaan sensor kamera terhadap cahaya. makin tinggi ISO, makin peka terhadap cahaya (alias ukuran ember makin kecil)
34. Angka ISO dinyatakan dgn 50-100-200-400-800-1600-3200-6400 dst...Makin besar angkanya, makin peka cahaya. Antar angka ISO adalah 1 STOP
35. ISO dalam era digital SAMA PERSIS dgn ISO di jaman dulu. Semua teori dasar fotografi analog dan digital SAMA PERSISSSSSSSS...
36. OK...kini kita sudah masuk ke segitiga. Bukaan kran, lama ngisi ember dan besarnya ember.......
37. Kalau kita mau mengubah-ubah tingkat pencahayaan, kita bisa memainkan nilai stop dari tiga arah: dari diafragma, dari rana atau dari ISO
38. Sebelum menjabarkan efek ISO tinggi atau efek bukaan diafragma besar, kita perjelas hubungan dafragma, rana dan ISO dulu dgn soal contoh
39. Kombinasi ISO 400, diafragma 8 dan rana 500 setara dgn ISO 400, diafragma 5,6 dan rana 1000
40. Kombinasi ISO 400, diafragma 8 dan rana 500 setara dgn ISO 800, diafragma 8 dan rana 1000
41. OK! pelajari berbagai contoh tadi. Rasakan logika ini dgn analogi mengisi ember (buka kran besar apa efeknya, ember kecil apa efeknya)
42. Itu adalah cara bagaimana mendapatkan pencahayaan yang tepat....Itu adalah TEORI DASAR FOTOGRAFI yang baik dan benar (dan tidak sombong)
43. ISO makin tinggi, foto yg dihasilkan makin kasar ("berpasir", alias grainy)
44. Diafragma makin sempit (angkanya makin besar), Depth of Field (DOF) makin lebar...
45. DOF adalah ruang tajam. DOF yg lebar membuat beberapa meter di depan dan di belakang titik fokus ikut terekam tajam

sumber
http://pekatkata.posterous.com/rangkuman-kultwit-teori-dasar-fotografi-penca

AIR TANAH (Bagian 1)

Geohidrologi adalah ilmu yang memperlajari tentang distribusi dan pergerakan air yang berada di bawah permukaan tanah. Geohidrologi mirip dengan hidrogeologi, namun pada hidrogeologi lebih ditekankan pada aspek geologi.
Pengetahuan tentang airtanah telah diketahui sejak jaman dahulu, misalnya di Persia telah ditemukan pembuatan qanat.
Airtanah adalah sumber air yang berada dibawah permukaan tanah pada di zona jenuh (zone of saturation) dengan tekanan hidrostatis sama atau lebih besar dari tekanan udara.



Tanpa memperhatikan es di kutub, airtanah memiliki persentase kuranglebih 96% dari air tawar. Sisanya yaitu berasal dari air permukaan misalnya dari danau, sungai, waduk dan uap air di udara. Sumber utama airtanah adalah dari air hujan yang meresap kedalam tanah mengikuti daur hidrologi.




Keuntungan air tanah
1. Air tanah kualitasnya lebih baik dari air permukaan.
2. Keberadaaanya tidak terpengaruh musim dan waktu.
3. Cadangan airtanah lebih besar dan lebih mudah diperoleh, sehingga tidak memerlukan tempat penyimpanan yang besar dan terhindar dari evaporasi.
4. Distribusi dan luasan airtanah lebih besar karena berada di bawah permukaan tanah sehingga mengurangi biaya distribusi.
5. Lahan diatas akuifer tanah dapat digunakan untuk keperluan tertentu, misalnya perumahan, industry, eprtanian dsb
Keruguan airtanah
1. Airtanah berada pada batuan dibawah tanah sehingga membawa dan melarutkan senyawa tertentu, misalnya kalsium, magnesium, natrium , kalium, dsb
2. Dekomposisi anaerobic zat organic yang tertimbun pada tanah dapat mencemari tanah,
3. Pencemaran airtanah sukar dihilangkan
4. Penggunaan airtanah secara berlebihan di daerah pantai dapat menyebabkan intrusi air laut.
Ketersediaan airtanah tidak selalu sama satu tempat dengan tempat lainnya, tergantung dari,
1. Besar kecilnya curah hujan
2. Banyak sedikit vegetasi
3. Kemiringan lereng
4. Derajat kesarangan (porosity) dan permeabilitas batuan

Airtanah terbanyak adalah di daerah antar gunung. Daerah Nganjuk, Tulungagung, Kediri, Purwokerto, Sleman memiliki potensi airtanah yang besar karena curah hujan tinggi dan tanah bertekstur pasir. Cirri akuifer adalah adanya batuan dengan cirri tekstur pasir dan kerikil.


sumber :
Habib.2011. Catatan Kuliah Geohidrologi. Fakultas Geografi. Universitas Gadjah Mada : Yogyakarta

PENTINGNYA SEBUAH NAMA RUPABUMI?

Nama itu penting, demikian kesan yang ditangkap oleh penulis setelah menjadi bagian dalam sebuah workshop toponimi. Di planet Mars banyak benda-benda tetapi belum memiliki nama karena belum ada yang menjamah dan mengenali serta dilanjut memberinya sebuah nama. Berbeda dengan di planet Bumi dimana manusia telah memberi nama sejak jaman dahulu kala dimana unsur-unsur di bumi telah bernama dan menjadi bagian integral tak terpisahkan dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Apa yang dimaksud dengan toponimi atau nama rupabumi? Nama rupabumi atau nama topografi atau nama-nama geografi atau nama-nama tempat adalah nama-nama yang digunakan untuk unsur-unsur alami maupun unsur buatan manusia yang berada di permukaan bumi.
Ada rasa haru yang muncul sehari sebelum acara itu dimulai dimana penulis sedang membantu persiapan untuk penyelenggaraan workshop. Sedianya penulis dapat kesempatan untuk ber'diskusi' dengan Prof. Dr. Jacub Rais, M.Sc tapi kesempatan itu tak jadi datang. Padahal sedianya Beliau-lah yang seharusnya memberikan pencerahan dan pemahaman tentang peran UNGEGN pada workshop toponimi kali ini.

Walhasil, rangkaian kata tertulis dalam efbi tatkala sedang menikmati wifi di ruangan semalam sebelum workshop:

"saat itu bertemu sesaat"
Ada kata 'bertemu' dimana aku dan Beliau berada pada satu titik ruang dan waktu
Ada kata 'saat' tatkala sang waktu berhenti dan berjalan seiring memori tersimpan
Ada kata 'itu' di masa kini atau nanti kita tatap kembali masa lampau
Ada kata 'sesaat' ketika rasa itu seakan terhempas dalam cepatnya waktu berlalu

Aku pun hanya bertemu dengan Beliau hanya sesaat, tapi belum sempat Beliau berucap
Ilmu itu belum kuserap, tapi pundak ini semakin terasa berat
Nama itu belum bisa ku lukis dalam rupabumi
Tapi bumi itu tlah menangis kehilangan satu nama

Tersadarku akan waktu yang terus berlalu
Tersadarku akan cerobohnya aku maknai masa

Dan demi masa...
Berhentilah kita merugi...
Dan demi sapa...
Berhentilah kita menyendiri...

Nama itu adalah tanda...
Nama itu adalah rupa...
Nama itu penuh makna...
Nama itu rahasia...

Hotel Santika Bogor, Kamis 7 April 2011
Sapa dan Salam kenalku tuk Pelaku Sejarah Penamaan Rupabumi Indonesia
Prof. Dr. Jacub Rais, M.Sc.

Salam hormat,
Aji Putra Perdana
Dalam sambutan pembukaan oleh Kepala BAKOSURTANAL disampaikan beberapa hal yang menggugah kesadaran penulis (*maklum biasanya hanya tidur akibat ngantukan mode on), diantaranya:
Di dalam kehidupan modern nama rupabumi dibakukan sebagai bagian dari tata administrasi pemerintahan yang baik (good governance), mengingatkan penulis akan salah satu materi dalam diklat yakni kepemerintahan yang baik atau bahasa inggrisnya ya...good governance itu tadi.
Diungkapkan pula alasan-alasan mengapa nama rupabumi harus dibakukan? Bahwa nama rupabumi lebih dari hanya sekedar nama-nama tempat dalam suatu peta, tetapi nama-nama itu bersifat lokasional dan merupakan komponen dari sistem informasi yang terorganisir secara keruangan. Nama rupabumi merupakan suatu titik akses langsung dan intuitif terhadap sumber informasi lain yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan bagi para pembuat kebijakan dan manajer serta kerjasama di antara organisasi lokal, nasional dan internasional.
Hal yang menarik dan digarisbawahi atau ditebalkan yakni "Tanpa adanya pembakuan dalam penggunaan nama rupabumi, akan terjadi kerancuan dan kekacauan yang dapat berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi".

sumber :
mas aji ---> http://ajiputrap.blogspot.com/2011/04/pentingnya-sebuah-nama-rupabumi.html

DASAR INTERPRETASI PENGGUNAAN LAHAN DAN VEGETASI

Oleh:
Prima Widayani, S.Si, M.Si.Interaksi

Lahan
Penggunaan
lahan
Penutup
lahanPengertian

Lahan :
Merupakan material dasar dari suatu
lingkungan (situs), yang diartikan
berkaitan dengan sejumlah
karakteristik alami yaitu iklim, geologi,
tanah, topografi, hidrologi dan
biologi (Aldrich, 1981).Penutup lahan :
Berkaitan dengan jenis liputan yang
ada di suatu lahan (John.A.Howard,
1996)
Kenampakan/obyek yang ada di
permukaan lahan (Lillesand, 2004)Vegetasi
Tanah
Tubuh airPenggunaan lahan :
 Merupakan aktivitas manusia pada
dan dalam kaitannya dengan lahan,
yang biasaya tidak secara langsung
tampak pada citra.
 Aktivitas manusia atau kegiatan
ekonomi yang berkaitan dengan
sebidang lahan (Lillesand, 2004)Permukiman
Pertokoan,
Kantor, Hotel
SawahKurva pantulan obyek
Sumber : Remote Sensing Digital Analysis, Richard, 2006Regions within the Visible and Infrared Spectrum
Visible Infrared
0.40-0.45 um Violet 0.7 - 3.0 um Near-Infrared
0.45-0.50 um Blue 3.0 - 14 um Thermal-Infrared
0.50-0.55 um Green 14.0 - 1000 um Far-Infrared
0.55-0.60 um Yellow
0.60-0.65 um Orange
0.65-0.70 um Red Sumber : Remote Sensing Digital Analysis, Richard, 2006Obyek Tanah
Faktor yang mempengaruhi :
1. Kelembaban tanah  Kelembaban tinggi – Pantulan rendah
2. Tekstur tanah  Tekstur pasir – Pengatusan tinggi –
pantulan tinggi
3. Kekasaran permukaan  Permukaan kasar – pantulan rendah
4. Adanya oksida besi  Oksida besi tinggi – pantulan rendah
5. Kandungan bahan organik  Bahan organik tinggi – pantulan
rendahObyek Air
Faktor yang mempengaruhi :
1. Radiasi pada permukaan tubuh air
2. Sifat optik (pantulan cermin)
3. Tekstur permukaan tubuh air
4. Sudut datang dan sudut pantul panjang gelombang.
5. Pantulan dari dasar tubuh air Air jernih menyerap tenaga relatif sedikit pada panjang
gelombang < 0,6 µm, sehingga pantulan maksimum pada bagian
spektrum biru – hijau.
 Air keruh akan merubah transmisi secara drastis sehingga
pantulannyapun akan berubah.
contoh :
- Air yang mengandung material suspensi hasil erosi biasanya
memiliki pantulan pada spektrum tampak yang jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan tubuh air jernih pada daerah yang sama.
- Pantulan air akan berubah dengan adanya konsentrasi klorofil.
Meningkatnya konsentrasi klorofil cenderung memperkecil
pantulan pada spektrum hijau .Obyek Vegetasi
 Pada julat 0,7 – 1,3 µm daun tetumbuhan memantulkan
50% tenaga yang datang padanya dan 50% lagi
ditransmisikan. Pada panjang gelombang ini sedikit sekali
tenaga yang diserap.
 Pantulan tubuhan pada panjang gelombang ini dihasilkan
oleh struktur internal daun.
Karena pada tiap daun memiliki perbedaan struktur
internal, maka pada panjang gelombang ini dapat
dibedakan spesies tumbuhannya. Klorofil daun banyak menyerap energi pada panjang
gelombang 0,45 – 0,65 µm, sehingga mata kita
menangkap vegetasi sehat berwarna hijau disebabkan
oleh besarnya penyerapan energi pada spektrum hijau.Sifat Pantulan Daun Tumbuhan
Pokok bahasan :
 Struktur daun (mempengaruhi pantulan)
 Geometri radiant daun (mempengaruhi
jumlah energi yang dipantulkan langsung
ke arah sensor)
 Nilai spektral pantulan daunStruktur Daun
 Perbedaan struktur daun dipengaruhi oleh lingkungan.
Yaitu : - sinar matahari
- ketersediaan air
- iklim
 Dimungkinkan spesies sama tetapi struktur daun dapat
berbeda. Sinar matahari yang datang (bagian spektum
tampak) melalui sel kulit ari dan lapisan
epidermal disrap oleh pigmen (cloroplasts,
clorophyl).
 Sinar yang tidak diserap dihamburkan,
dipantulkan ulang oleh sel jaringan misofil.
 Sinar matahari yang membawa spektrum
inframerah dekat – tengah hanya sebagian
kecil saja yang diserap (10%) oleh jaringan
daun. Energi ini lebih banyak dipantulkan. Muka daun menghadap sinar matahari
memiliki pantulan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan muka daun yang tidak
menghadap langsung matahari.
 Perbedaan pantulan daun banyak sekali
dipengaruhi oleh ontogeni daun
(pengaruhnya pada lapisan lilin).Radiasi matahari
Kutikula
Lapisan sel
epidermis
Sel palisade
Pigmen daun
Sinar matahari
Terutama diserap
Dipantulkan dinding sel
Transmisi 2 – 5 %
Pantulan 5 – 10%
Energi Mth
IR dekat -
tengah
Terutama
ditransmisikan
Dipantulkan didnding sel
Transmisi 40 – 45
%
Pantul
an 40 –
45%Geometri Radiant Daun
Adalah susunan keruangan daunSinar datang
Pengaruh susunan keruangan daun pada pantulan. Daun merupakan
pemantul baur (LAI 1). A = satu permukaan, B = bertingkat.
Pantulan pada B lebih kecil dari A
A
B Panjang gelombang dan Resolusi Spasial Sumber : Netzban, 2007FOTO UDARA PANKROMATIK H/PCITRA IKONOSMODISASTERLANDSAT TM KOMPOSIT 452QUICKBIRDCITRA ALOS