ORTHOPHOTO DAN DRONE/UAV

Apa itu Orthophoto?

Foto udara saat ini banyak dimanfaatkan dalam banyak kebutuhan, terutama untuk perencanaan yang membutuhkan informasi lebih detail dari citra satelit dan diambil dengan waktu yang fleksibel sesuai keinginan. Jika dahulu foto udara banyak dihasilkan dari pesawat berawak, saat ini seiring berkembangnya teknologi digunakan wahana Pesawat tanpa awak/UAV (banyak juga disebut dengan drone). Dengan adanya teknologi tersebut tentunya memangkas biaya yang tadinya cukup besar di sewa pesawat, sekarang menjadi lebih terjangkau.

Kamera yang digunakan pun cukup sederhana, dengan kamera poket bisa dihasilkan foto dengan kualitas yang baik.

Daya jelajah UAV juga bisa dibilang cukup optimal untuk memetakan suatu wilayah. Misalkan beberapa kali saya dan tim terbang dengan pesawat rakitan kami, selama satu kali terbang, pesawat dengan tipe fixwing bisa memetakan wilayah seluas 300 hektar, luar biasa.



Contoh  Foto UAV, atas dan tengah adalah UAV tipe Fixwing, bawah adalah UAV tipe Copter
Sumber : Dokumentasi Geoaerospace

Kembali ke Foto udara, bahwa saat ini banyak sekali digunakan istilah Orthopoto pada Foto udara. Sebenarnya apa itu Orthophoto?

Orthophoto adalah foto udara yang telah dilakukan rektifikasi (orthorektifikasi) sehingga menghasilkan gambar dengan objek yang tegak. Objek yang miring karena sudut pengambilan gambar akan dikoreksi sehingga foto menjadi tegak. Simple nya, gedung tinggi yang terlihat rebah karena kemiringan pembambilan gambar, akan terlihat hanya atapnya saja, sehingga akurasi Foto Udara akan lebih teliti.

Foto Udara diproyeksikan sentral.

Hasil pengambilan Foto udara, baik dengan wahana UAV maupun Pesawat Berawak akan memiliki kesalahan yang semakin besar ketika menjauhi nadir (titik pusat foto). Hal tersebut karena seperti disampaikan diatas bahwa foto udara diproyeksikan sentral, dari titik pusat sensor diarahkan ke objek/wilayah yang semakin melebar.  

Kemudian objek permukaan bumi juga beragam, ada yang ketinggiannya rendah berupa cekungan, ada juga yang ketinggiaanya lebih tinggi berupa perbukitan. Hasil pemotretan udara akan memiliki relief displacement atau kesalahan akibat relief permukaan bumi. Ilustrasi kesalahan relief disajikan oleh Smith pada gambar berikut.

Sumber, Smith, (tt)



Hasil pemotretan UAV tentunya akan menghasilkan banyak foto baik yang tegak maupun miring seperti gambar dibawah ini. (klik gambar untuk memperbesar). 



Pada proses koreksi Ortho/Orthorectifikasi Foto udara, akan direkonstruksi foto dengan bantuan DEM (Digital Elevation Model) dari dense point/point cloud foto yang saling bertampalan sehingga objek yang miring dapat ditegakkan.

Dengan bantuan softwere tentunya, dapat dihasilkan Foto udara tegak, dengan ketelitian yang lebih baik sehingga dapat membantu sebagai sumberdata dalam berbagai perencanaan. Jika ada dana lebih, data Foto udara UAV ini dapat ditambah dengan GCP menggunakan GPS Geodetik, sehingga memiliki akurasi tinggi. Dengan sumberdata Foto yang baik dan akurasi tinggi, tentunya Foto udara dengan menggunakan UAV dapat menjadi pilihan dalam pemetaan wilayah.

No comments:

Post a Comment