Laman

Rabu, 29 Februari 2012

PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN

1. Perencanaan penggunaan lahan merupakan suatu upaya berupa negosiasi dengan stackholder untuk mewujudkan keputusan dalam keberlanjutan penggunaan tanah di wilayah pedesaan secara baik, dari tahapan inisiasi sampai pada monitoring dalam implementasinya.
Dalam perencaan penggunaan lahan tersebut dikenal istilah reasonable, feasible dan economic.

Reasonable mempunyai makna masuk akal. Proses dalam perencanaan penggunaan lahan harus masuk akal dan mampu diterima nalar. Misalnya ketika melakukan perencanaan penggunaan lahan dengan menempatkan suatu daerah sebagai kawasan pariwisata, tentunya daerah tersebut harus memiliki beberapa objek wisata sehingga objek wisata yang dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Jadi akan sangat tidak masuk akal jika suatu daerah tidak memiliki objek wisata, akan tetapi pemerintah yang berkuasa ingin menjadikan daerah tersebut sebagai kawasan pariwisata.

Feasible mempunyai makna memungkinkan. Memungkinkan dari segi fisik daerah juga dari segi waktu dan biaya. Perencanaan penggunaan lahan yang dilakukan harus mempertimbangkan pertanyaan “dapatkah perencanaan penggunaan lahan dilakukan disini?” Sehingga aspek fisik, sosial, ekonomi wilayah perlu dipertimbangkan dalam konteks feasible. Misalnya ketika akan melakukan perencanaan penggunaan lahan untuk perumahan di daerah X. Perlu dipertimbangkan aspek geomorfologi, tanah, kondisi geologi daerah/patahan, sumber air/airtanah dan sebagainya.

Economic memiliki makna ekonomi. Artinya dalam perencanaan penggunaan lahan juga harus mempertimbangkan aspek ekonomi. Biaya yang dikeluarkan harus dipertimbangkan sesuai dengan mendahulukan yang paling penting. Selain itu juga perencanaan penggunaan lahan juga dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi daerah tersebut. Misalnya di Sleman, didirikan Mall X, maka Mall tersebut diharapkan dapat menambah nilai ekonomi bagi daerah Sleman.

2. Faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan dan perencanaan penggunaan lahan adalah,
a. Faktor fisik lahan
• Topografi
• Relief
• Jenis tanah
• Ketersediaan air
• Geomorfologi
• Geologi
b. Faktor manusia
• Keinginan politik
• Kebutuhan manusia

3. Contoh kasus perencanaan penggunaan lahan
Perencanaan pembangunan lahan parkir di lembah UGM
Perencanaan penggunaan lahan berupa pembangunan lahan parkir yang semula adalah lahan kosong. Lahan parkir tersebut dibangun sebagai kantong parkir bagi mahasiswa yang tidak memiliki KIK. Dalam pembangunannya juga dipertimbangkan aspek ekologi dengan tetap mempertahankan fungsi alami tanah sebagai media infiltrasi air. Pembangunan digunakan konblock sehingga air masih dapat meresap kedalam tanah. Jika dibangun dengan material yang kedap air dimungkinkan runoff akan banyak terjadi.

Pembangunan Rusunawa UGM di karangmalang
Rusunawa dibangun untuk membantu mahasiswa baru yang belum dapat beradaptasi secara cepat. Pembangunan tersebut sering berbenturan dengan aspek social, misalnya UGM sebagai kampus, membangun Rusunawa yang berada di kompleks karangmalang. Penyedia kos pun merasa pembangunan Rusunawa mengganggu penghasilan dari warga karangmalang tersebut. Untuk menyelesaikan konflik social tersebut diterapkan kebijakan, mahasiswa dapat menempati rusunawa tersebut dalam jangka waktu satu tahun. Setelah satu tahun mahasiswa dipersilahkan untuk pindah ke tempat lain yang diasumsikan mereka telah mampu beradaptasi dengan lingkungan social.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

English Premier League News