Laman

Sabtu, 13 Agustus 2011

BELAJAR DARI BENCANA ALAM


Erupsi Gunung Merapi 2011
Disampaikan Oleh : Badan Pertanahan Nasional @novotel
Resume oleh : Habeeb Maruu :))

Erusi merapi selalu melewati daerah di sekitar kali gendol. Daerah yang terkena oleh awan panas dapat dilihat dari citra satelit. Terlihat daerah sekitar kali gendol dan beberapa titik di sekitar sungai yang berada di sekitar merapi terlewati awan panas. Banyak rumah-rumah tertutup abu vulkanik. Namun tak semua daerah dengan jarak yang sama terkena efek dari erusi merapi. Dari citra dapat terlihat ada daerah yang berada di sebelah kanan dari sungai tidak terkena efek dari erupsi merapi, sementara di sebelah kiri sungai daerah tersapi awan panas dan tertutup abu vulkanik. Kemudian aliran lumpur dan abu vulkanik sampai di selatan di daerah Merapi Golf. Namun hanya sedikit daerah dari Merapi Golf yang terkena abu vulkanik.

Provinsi di Jawa tengah yang terkena akibat dari erupsi adalah di kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten. Di kabupaten Magelang, daerah yang terkena adalah Muntilan, Dukun, Salam, Srumbung, Sawangan, Mungkid. Untuk di kabupaten Boyolali daerah yang terkena adalah di Selo, Copogo, Musuk, ampel, boyolali, Mojosongo. Daerah di kabupaten Klaten yang terkena akibat erupsi merapi adalah Kemalang, Manisrenggo dan Karangnongko. Dari peta dapat dilihat terdapat permukiman dalam radius 5km dari puncak merapi. Daerah tersebut banyak terdapat di boyolali.

Dari siklus manajemen bencana terdapat dua poin penting, yaitu tahap proteksi dan recovery. Tahapan proteksi berupa tahapan awal terhadap bahaya bencana, yaitu sangat berhubungan dengan cara mitigasi. Mitigasi adalah tindakan baik terstruktur maupun tidak terstruktur yang dilakukan atas bahaya dan dampak dari bahaya alam, degradasi lingkungan dan bahaya teknologi (ISDR.2004). Langkah mitigasi ini misalnya dilakukan dengan peringatan dini. Pada tahap recovery adalah tahapan setelah terjadi bencana yaitu berupa cara rehabilitasi dan rekonstruksi.

Untuk rekonstruksi seperti pada kasus aceh. Setelah terjadi bencana, tanah mungkin telah terjadi pergeseran dari posisi awal. Dalam rangka rekonstruksi fisik, dilakukan dengan cara yang efektif dan efisien.

Teknologi dapat digunakan untuk membantu dalam memantau dampak yang terjadi saat ini. Tahapan relokasi dapat dilakukan dengan memilih daerah yang akan di relokasi dengan mempertimbangkan daerah yang terpengarus letusan saja.

Manajemen bencana adalah siklus berkelanjutan yang digunakan untuk pembelajan. Untuk mendata daerah yang terkena bencana perlu dilakukan secara cepat, rekonstruksi yang akurat dan mitigasi yang lebih baik. Respon yang cepat dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi untuk memantau dampak yang terjadi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

English Premier League News