Laman

Sabtu, 20 November 2010

RESENSI NOVEL : SANG PEMIMPI (ANDREA HIRATA)

Oleh : Habibullah (Fak. Geografi 2009)
untuk kelengkapan SKM Bulaksumur

Novel Sang pemimpi merupakan novel kedua dari novel tetralogi karya Andrea Hirata. Novel sebelumnya adalah Laskar pelangi yang menceritakan kehidupan Ikal bersama teman-temannya dari SD sampai SMP. Namun kali ini dalam novel Sang Pemimpi menceritakan ketika Ikal telah beranjak remaja dan bersekolah di SMA Bukan Main.

Dalam novel tersebut menceritakan tentang tiga orang pemimpi, yaitu Ikal, Arai dan Jimbron. Ikal merupakan salah satu dari tokoh dari novel Andrea Hirata sebelumnya. Dia merupakan anak dari seorang pegawai PN Timah Belitong. Arai adalah saudara sepupu Ikal. Tetapi ibu Arai meninggal ketika melahirkan adiknya, Kemudian menginjak kelas 3 SD ayahnya meninggal. Ia menjadi sebatangkara, sehingga ayah Ikal mengajak Arai untuk tinggal bersamanya. Jimbron adalah anak angkat dari seorang pendeta karena orangtua Jimbron sudah meninggal dunia.

Arai adalah sosok yang cerdas dan cerdik. Ia selalu memiliki sejuta cara yang tak terpikirkan oleh orang lain untuk mengatasi masalah-masalah yang ada. Sementara itu Jimbron seorang tambun yang penakut. Dia selalu pesimis dalam segala hal.
Kecerdasan Arai selalu membuat Ikal terkagum-kagum kepadanya. Saat itu ketika Ikal dan Arai sedang bermain, Mak Cik Maryamah datang kerumah mereka. Mak Cik memelas kepada Ibu Ikal untuk meminjam beras. Mak Cik memang seorang miskin yang selalu kesusahan. Untuk makan mereka selalu meminta beras kepada tetangga-tetangganya. Dengan cepat Arai menuju ke celengan ayam jagonya dan memecahkan celengannya. Ikal terbengong dan tak tahu apa yang akan dilakukan Arai.
Arai membawa uang celengan mereka ke pasar dan dibelikan terigu, gandum dan gula. Ikal semakin bingung dengan apa yang dilakukan Arai. Ternyata bahan-bahan yang dibeli oleh Arai itu akan diberikan kepada Mak Cik untuk dibuat kue dan mereka berdua yang menjualnya.

Andrea Hirata mengilustrasikan kalimat-kalimatnya dengan bahasa bermajas namun mudah dimengerti. Hal tersebut yang membuat novel ini semakin menarik dan indah. Dengan bahasa seperti itu kadang cerita yang sedih dapat terkesan menjadi lebih menyedihkan. Misalnya pada Mozaik 8 Baju Safari Ayahku, disana diceritakan tentang Ayah Ikal yang begitu bangganya dengan Ikal dan Arai ketika akan mengambilkan Raport mereka. Jika tiba hari pembagian raport, Ayah Ikal mengambil cuti kerja untuk menyiapkan hari pengambilan Raport anaknya. Sepatu, ikat pinggang, kaus kaki dan baju safari telah dipersiapkan untuk hari penting tersebut. Dengan bersepeda ke Magai, ke SMA Bukan Main dengan jarak 30 kilometer dengan melalui hamparan perdu apit-apit, kebun-kebun liar dan jejeran pohon angsana juga melewati bukit-bukit

Kemudia dalam novel ini juga terdapat cerita-cerita lucu, misalnya pada Mozaik 9 Bioskop, ketika mereka bertiga, secara sembunyi-sembunyi menonton film dewasa di bioskop. Dengan akal bulus Arai mereka dapat masuk kedalam bioskop. Hal tersebut sebenarnya sangat beresiko karena Pak Mustar telah melarang keras murid-murid nya mendekati bisokop tersebut. Namun usaha mereka akhirnya ketahuan oleh Pak Mustar sehingga mereka bertiga dihukum membersihkan kamar mandi yang super bau.
Diakhir cerita nantinya akan diceritakan tentang keberhasilan Ikal dan Arai dalam mengejar cita-citanya untuk belajar sampai ke Sorbrone, Paris. Diceritakan juga perjuangan-perjuangan mereka dalam usaha untuk kuliah dengan bekerja berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain yang memaksa mereka berpisah. Mereka dipertemukan dalam wawancara proposal riset untuk mendapatkan beasiswa S-2 tersebut.

Namun dalam hal keterkaitan novel Sang Pemimpi dengan Laskar Pelangi akan terlihat suatu hal yang cukup aneh. Keanehan tersebut karena pada cerita novel Sang Pemimpi tidak diterangkan dimana teman-teman Laskar Pelangi berada. Padahal cerita Laskar pelangi dan Sang Pemimpi merupakan novel yang berurutan dan saling berhubungan. Kemudian juga untuk keberadaan Arai juga tidak dijelaskan sebelumnya pada novel Laskar Pelangi, padahal Arai telah tinggal bersama Ikal sejak kelas 3 SD.

Secara umum novel ini sangat menarik dan tak kalah dengan novel sebelumnya yaitu Laskar Pelangi. Keadaan di tempat mereka berada digambarkan secara baik dengan kalimat-kalimat yang indah namun sederhana yang mampu membuat pembaca dapat membayangkan keadaan real yang ada disana waktu itu. Dengan hasil tambang yang cukup besar namun masyarakat disana hidup dalam kemiskinan. Kisah yang ditampilkan juga menarik yang didalamnya terdapat nilai persahabatan, kedisiplinan, pendidikan, kelucuan maupun kesedihan dengan menggunakan cara Andrea Hirata.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

English Premier League News