Laman

Senin, 21 Juni 2010

Langit Yogyakarta Terbelah, Masyarakat Cemas


TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Masyarakat di Yogyakarta dikejutkan oleh fenomena alam berupa cahaya yang menyorot sehingga langit seperti terbelah. Mirip sinar senter raksasa, cahaya biru terang benderang membelah langit Yogyakarta.

"Indah sekali sih, tapi saya bertanya-tanya apakah akan ada bencana," kata Listy Budiharjo yang menyaksikan fenomena senter rasasa itu di Jalan HOS Cokroaminoto, Yogyakarta ketika ditemui Tempo, akhir pekan lalu.

Saat Listy melintas di Jalan HOS Cokroaminoto, ratusan orang memandang ke langit dan menonton fenomena langit terbelah itu. Dia pun ikut menyaksikan dan melihat pemandangan yang istimewa itu.

Fenomena langit Yogyakarta terbelah itu terjadi pada 11 Juni 2010. Tak banyak media yang mengungkapnya. Tapi, beberapa situs astronomi heboh membahasnya. Sepintas foto tersebut adalah hasil rekayasa dengan Adobe Photoshop. Padahal itu foto asli. Foto tersebut diambil oleh Ney Cassanova dari wilayah Kalasan, Yogyakarta pada tanggal 11 Juni 2010 sekitar pukul 17.30.

Listy dan banyak orang yang menyaksikan fenomena itu pun dilanda rasa khawatir. Mereka cemas fenomena itu akan mendatangkan bencana seperti ketika Yogyakarta gempa selama dua hari. Listy mengaku melihat kejadian itu sore menjelang magrib.

Ketua Jogja Astro Club Mutoha Arkanuddin membenarkan adanya peristiwa itu. Jika Listy hanya melihat satu fenomena senter raksasa, maka Mutoha menyaksikan dua persitiwa sekaligus. "Namanya Anticrepuscular Rays dan Crepuscular Ray atau sun rays," kata Mutoha ketika dihubungi Tempo, Jumat, (18/6).

Menurut Mutoha, fenomena anticrepuscular ray dan crepuscular ray itu sudah sering terjadi. Hanya saja fenomena langit terbelah yang terjadi pada 11 Juni 2010 itu sangat mencolok cahayanya. "Padahal itu sudah biasa terjadi seperti kita melihat pelangi dan bisa dilihat dengan mata telanjang," kata Mutoha.

Mutoha menjelaskan, anticrepuscular terjadi di langit sebelah Timur, sementara crepuscular terjadi sebelah Barat. Keduanya, kata Mutoha muncul pada saat matahari terbenam, yakni sekitar pulul 17.30. "Biasanya menjelang magrib," katanya.

Crepuscular Ray terjadi ketika cahaya matahari terlihat beradiasi dari satu titik tertentu. Radiasi cahaya ini bisa terjadi karena cahaya matahari masuk melewati celah-celah di antara awan atau objek lain dan biasanya terlihat menjelang matahari terbit atau tenggelam. Adapun anticrepuscular Ray adalah fenomena yang mirip dengan Crepuscular, namun terlihat berada di tempat yang berlawanan dari matahari.

BERNADA RURIT

sumber
http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2010/06/21/brk,20100621-256955,id.html
(senin,21 Juni 2010)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

English Premier League News